Arsitektur Komputer (operasi aritmatika)

TUGAS KELOMPOK  ORGANISASI DAN
ARSITEKTUR
KOMPUTER
(OPERASI ARITMATIKA
)



ANGGOTA KELOMPOK:
ZENY RIMA D.  NPM 19630976
BAYU SETIAWAN   NPM 19630839
MAIDI   NPM 19630495
M.RIZKY FAJAR R.  NPM 19631049
M.RIZKY P.  NPM 19630970
GILANG PRASTYO  NPM 19630962
NOR HIDAYAH  NPM 19630423
NAZARATUN SYIFA    NPM 19630993
DOSEN PEMBIMBING: AGUS ALIM MUIN S.KOM.,M.KOM
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS KAMINTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
BANJARBARU
 
 
 
 
 OPERASI ARITMATIKA
 
Pengertian  Operasi Aritmatika 
Operasi aritmatika adalah operasi yang melibatkan beberapa operator aritmatika seperti misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian untuk memproses 2 buah nilai atau lebih.


Sistem bilangan
Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 JenisSistem Bilangan yang dikenal yaitu :
1.Desimal(Basis 10), 
2.Biner (Basis 2), 
3.Oktal (Basis 8) dan 
4.Hexadesimal (Basis 16)
 
 Teori Bilangan 
Teori bilangan (number theory) adalah teori yang mendasar dalam memahami algoritma kriptografi · Bilangan yang dimaksudkan adalah bilangan bulat (integer) 3.1 Bilangan Bulat · Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mempunyai pecahan desimal, misalnya 8, 21, 8765, -34, 0 · Berlawanan dengan bilangan bulat adalah bilangan riil yang mempunyai titik desimal, seperti 8.0, 34.25, 0.02.
 
 
KONVERSI BILANGAN BINER, OCTAL, DESIMAL, HEXADESIMAL
Konversi bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan satu ke bentuk bilangan lain yang memiliki nilai yang sama. Misal: nilai bilangan desimal 12 memiliki nilai yang sama dengan bilangan octal 15;
Nilai bilangan biner 10100 memiliki nilai yang sama dengan 24 dalam octal dan seterusnya.

Bilangan biner (Bilangan berbasis dua, bilangannya: 0,1)
Bilangan octal (Bilangan berbasis delapan bilangannya: 0,1,2,3,4,5,6,7)
Bilangan desimal (Bilangan berbasis sepuluh, bilangannya: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
Bilangan hexadesimal (Bilangan berbasis enam belas, bilangannya: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F)
 
 Konversi bilangan octal ke desimal
Cara mengkonversi bilangan octal ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 8 (basis octal) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 137(octal) = (7x80) + (3x81) + (1x82) = 7+24+64 = 95(desimal).
 
 
Konversi bilangan biner ke desimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 11001(biner) = (1x20) + (0x21) + (0x22) + (1x2) + (1x22) = 1+0+0+8+16 = 25(desimal)
 

Bilangan Hexadesimal
Bilangan hexadesimal adalah bilangan yang terdiri dari
16 macam angka, macam angkanya adalah sebagai berikut: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F. Dimana nilai :
A hexadesimal sama dengan 10 desimal
B hexadesimal sama dengan 11 desimal
C hexadesimal sama dengan 12 desimal
D hexadesimal sama dengan 13 desimal
E hexadesimal sama dengan 14 desimal
F hexadesimal sama dengan 15 desimal
 
 
Konversi bilangan hexadesimal ke desimal 
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 79AF(hexa) = (Fx20) + (9x21) + (Ax22) = 15+144+2560+28672 = 31391(desimal)
 


Konversi bilangan desimal ke biner
Cara konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per setiap pembagian terus hingga hasil baginya < 2.
Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh:

125(
desimal) = .... (biner)    hasil konversi: 1111101

125/2 = 62
sisa bagi 1
62/2= 31   
sisa bagi 0
31/2=15    
sisa bagi 1
15/2=7      
sisa bagi 1
7/2=3        
sisa bagi 1
3/2=
1         sisa bagi 1



Konversi bilangan desimal ke octal
 Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan menyimpan sisa bagi
          per seitap
pembagian terus hingga hasil baginya < 8.
Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal
 

Konversi bilangan desimal ke hexadesimal
Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 16.
Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal.
Apabila sisa bagi diatas 9 maka angkanya diubah, untuk nilai 10 angkanya A, nilai 11 angkanya B, nilai 12 angkanya C, nilai 13
angkanya D, nilai 14 angkanya E, nilai 15
angkanya F
 

Konversi bilangan octal ke biner 
Konversi bilangan octal ke biner caranya dengan memecah bilangan octal tersebut persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner tiga angka.
Maksudnya misalkan kita mengkonversi nilai 2 binernya bukan 10 melainkan 010. Setelah itu hasil seluruhnya diurutkan kembali
 
 
Konversi bilangan biner ke octal 
Konversi bilangan biner ke octal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga-tiga dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan
 
 
 
Konversi bilangan hexadesimal ke biner 
Sama dengan cara konversi bilangan octal ke biner, bedanya kalau bilangan octal binernya harus 3 buah, bilangan desimal binernya 4 buah. Misal kita konversi 2 hexa menjadi biner hasilnya bukan 10 melainkan 0010

 
 
 
Konversi bilangan biner ke hexadesimal
Teknik yang sama pada konversi biner ke octal.
Hanya saja pengelompokan binernya bukan tiga-tiga sebagaimana pada bilangan
octal
melainkan harus empat-empat


Konversi bilangan octal ke hexadesimal
Teknik mengonversi bilangan octal ke hexa desimal adalah dengan mengubah bilangan octal menjadi biner kemudian mengubah binernya menjadi hexa. Ringkasnya
octal -> biner -> hexa
 
 
Konversi bilangan hexadesimal ke octal
Begitu juga dengan konversi hexa desimal ke octal yakni dengan mengubah bilangan hexa ke biner kemudian diubah menjadi bilangan octal.
Ringkasnya hexa -> biner ->
octal
 
 

Komentar